Jumat, 22 Maret 2013

Berselimut Misteri, 5 Destinasi Ini Tetap Keren


Jakarta - Keberadaan sebuah destinasi seringkali terlihat menarik karena punya kisah misteri. Seperti halnya 5 lokasi di Indonesia ini. Banyak traveler yang datang dan penasaran dengan 5 tempat misterius ini!

Berbagai destinasi Indoensia ada dengan bermacam-macam kisah. Ada pula destinasi yang justru menarik perhatian wisatawan karena kisahnya yang misterius. Dihimpun detikTravel, Jumat (22/3/2013), inilah 5 destinasi di Indonesia, dengan kisah paling misterius:

1. Pelabuhan Ratu, Jawa Barat

Kawasan Pelabuhan Ratu di Sukabumi, Jabar ini memang lekat dengan mitos keberadaan Nyai Roro Kidul. Konon di balik bentang laut biru dan ombak besar inilah terdapat jalan menuju alam Nyai Roro Kidul.

Bahkan di sekitar pantai tersebut ada sebuah hotel yang membuat kamar khusus untuk Sang Ratu. Hotel Inna Samudera namaya. Di hotel berbintang ini terdapat kamar untuk Nyai Roro Kidul. Kamar 308 Hotel Inna Samudera dipercaya sebagai tempat istirahat Nyai Roro Kidul.

Kamar ini pun tak penah sepi dari pelancong, yang ingin meminta ilmu dan berdoa di kamar tersebut. Warna hijau dan bau-bau dupa serta sesajen dapat traveler rasakan saat memasuki kamar ini. Lukisan Nyai Roro Kidul, perhiasan, baju, serta pemberian lainnya dari pengunjung menghiasi setiap sudut kamar. Benda-benda tersebut diletakkan sebagai 'hadiah' untuk Nyai Roro Kidul.

Tak cuma pantai dan hotel, di atas bukit Pelabuhan Ratu juga terdapat sebuah vihara bernama Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa. Di vihara ini, traveler bisa menikmati sejuknya angin laut dan bentangan lepas laut selatan.

2. Gunung Karst Bandung, Jawa Barat

Saat menuju Bandung dari arah Bogor, terlebih dahulu Anda akan melintasi Kawasan Karst Citatah, Bandung Barat. Di daerah ini, pelancong akan disuguhkan panorama pegunungan kapur yang menawan.

Gunung-gunung kapur membentang kokoh di pinggir kiri jalan menuju Bandung. Namun, ada satu bukit yang mencuri pehatian. Bila dilihat dengan jelas, ada pedang raksasa yang menancap di salah satu bukitnya. Tentu saja, pedang tersebut membuat penasaran. Terlebih Kawasan Karst Citatah juga punya penemuan kuno, seperti adanya Gua Pawon.

Benar saja, keberadaan pedang ini memang sempat menghebohkan warga sekitar Desa Citatah. Keberadaannya juga dikaitkan dengan cerita mistik, tentang bukit klenik yang menjadi tempat menancapnya pedang tersebut. Berbagai versi cerita pun bermunculan.

Salah satunya menjelaskan kalau pedang itu sebenarnya adalah belati raksasa yang menjadi ciri Kopassus. Belati dengan panjang sekitar 9 meter itu sengaja dipasang di pinggir bukit, dan ditancapkan sebagai tanda bukit tersebut kini milik Kopassus.

3. Bukit Batu Kelam, Kalimantan Barat

Beralih ke Kota Sintang di Kalimantan Barat, traveler bisa menemukan banyak destinasi denganberbagai macam cerita sejarah. Salah satunya adalah Bukit Batu Kelam yang asal-usul keberadaannya sangat misterius.

Berdasarka cerita warga setempat, konon bukit batu yang berwarna hitam pekat itu dibawa oleh seorang bujang kelam yang tidak pakai celana. Karena diejek, bujang pun ngambek dan meninggalkan batu setinggi 950 meter di situ.

Kan tetapi, beda lagi pendapat yang diberikan oleh ahli geologi. Menurut mereka Bukit Batu Kelam ini justru berasal dari batu meteorit karena tidak jelas asal-usulnya. Wah!

4. Gua Kontilola, Papua

Kontilola merupakan gua horizontal dari Wamena, Papua. Namun, untuk masuk ke dalamnya Anda harus menyediakan peralatan lengkap seperti senter, sepatu boots, helm, dan pengaman lainnya. Sehingga, Anda hanya bisa sampai di aula besarnya saja jika tidak membawa perlengkapan yang lengkap. Tak perlu kecewa, dari aula besar gua ini Anda dapat melihat suatu keajaiban yang juga menjadi misteri.

Misteri tersebut adalah beberapa lukisan yang ada di dinding gua setinggi 3 meter. Lukisan itu pun dapat Anda lihat jelas dengan mata telanjang. Anehnya, lukisan tersebut tidak menggambarkan rupa orang-orang Papua, melainkan menggambarkan manusia dengan bentuk yang aneh.

Bentuknya memang menyerupai bentuk tubuh manusia. Akan tetapi, jika diperhatikan, kepalanya berbentuk bulat seperti bola dan tidak memiliki rambut. Matanya pun bulat sempurna, tidak seperti manusia pada umumnya. Seperti alien!

Selain itu, jari tangan yang ada pada lukisan tersebut berjumlah empat. Berbeda dengan manusia yang berjari lima. Menurut masyarakat setempat, lukisan ini telah lama ada di dalam gua. Mereka pun percaya bahwa ini adalah peninggalan leluhur.

5. Situs Megalitikum Doda, Sulawesi Tengah

Doda adalah sebuah desa yang terletak di lembah daratan Kabupaten Lore Utara, Sulawesi Tengah. Lanskapnya begitu indah karena dikelilingi pegunungan hijau, dengan hamparan padang rumput.

Tapi di balik itu semua, Doda menyimpan misteri. Ada banyak batu besar yang berdiri tegak di atas tanahnya. Konon, batu tersebut merupakan batu yang berasal dari zaman megalitikum.

Situs pertama yang bisa dikunjungi di Doda adalah Pokekea. Di situs Pokekea, wisatawan bisa melihat batu-batu besar bulat yang tersebar di padang rumput. Jika diperhatikan, ada juga batu relief yang menggambarkan daun. Patung batu di Pokekea juga ada yang mirip dengan manusia. Patung manusia ini memiliki ukiran wajah yang khas.

Dari Pokekea, perjalanan menyusuri batu megalitikum Doda bisa dilanjutkan ke situs Tadulako. Dalam bahasa Lore, Tadulako berarti raja. Sama seperti situs Pokekea, batu megalitik yang ada di Tadulako tersebar merata di atas tanah. Tapi ada satu yang membedakan dan cukup menarik perhatian, yaitu batu manusia setinggi 2 meter.




Via: Berselimut Misteri, 5 Destinasi Ini Tetap Keren

Kamis, 21 Maret 2013

Begini Kerennya Bandara Sultan Hasanuddin Makassar


Makassar - Berada di Makassar, Bandara Sultan Hasanuddin adalah salah satu gerbang masuk Indonesia yang terkenal megah. Bahkan, tak sedikit turis yang mengakui kalau bandara ini lebih bagus ketimbang Soekarno-Hatta.

"Lebih enak ketimbang Soekarno-Hatta, ruang tunggunya lebih bagus, lebih luas," kata salah seorang traveler, Alif Farid yang terakhir mengunjungi Bandara Hasanuddin pada pertengahan tahun lalu, kepada detikTravel, Selasa (19/3/2013).

Menurutnya, salah satu hal yang membuat bandara ini terlihat menarik adalah konstruksi langit-langitnya.

"Saya sih suka foto langit-langitnya, soalnya beda dengan yang ada di Soetta, lebih bagus," ucapnya.

Tak hanya Alif, traveler lain yakni Gita Wideani mengakui kalau Bandara Hasanuddin sangat cantik untuk dipandang, terutama pada malam hari.

"Keren, lampu-lampunya banyak, dibanding Soetta bagusan Hasanuddin mungkin karena lebih baru," jelas Gita.

detikTravel pun sempat berkunjung beberapa waktu lalu di bandara ini. Saat itu hari sudah menjelang malam. Kemegahan terlihat begitu jelas lewat cahaya lampu yang menerangi setiap sudut bandara.

"Secara fisik memang termasuk yang besar. Yang pertama ada di Cengkareng baru kemudian Hasanuddin. Tapi ini untuk ukuran tinggi ya," jelas Communication & Legal Section Head PT Angkasa Pura I, Andrias Yustinian, kepada detikTravel, Selasa (19/3/2013).

Usut boleh usut, ternyata sejumlah penghargaan pernah disabet Bandara Sultan Hasanuddin, seperti pada tahun 2011 dan 2012. Pada 2011, Bandara Sultan Hasanuddin masuk dalam kategori 3 besar bandara terbaik di Indonesia. Tak hanya itu, bandara di Makassar ini juga menerima penghargaan untuk kategori Bandara Baru Padat dan Toilet Umum Bersih.

Kemudian pada tahun 2012 bandara ini kembali menerima sejumlah penghargaan. Beberapa penghargaan tersebut adalah Best Airport dan Creative Airport pada Bandara Award 2012.

Soal fasilitas, Andrias mengaku Bandara Sultan Hasanuddin memiliki fasilitas yang sama dengan bandara lain.

"Fasilitas sih standar saja, sama seperti seperti bandara lain yang dikelola Angkasa Pura I," jelas Andrias.

Saat ini, Bandara Sultan Hasanuddin melayani 225 rute penerbangan. Ada 18 maskapai yang melayani penerbangan domestik, dan 2 maskapai yang melayani rute internasional.

"Yang internasional ke Kuala Lumpur dan Singapura. Kalau Kuala Lumpur itu ada AirAsia, kalau Singapura ada Garuda," tutur Andrias.

Secara fisik, lanjut Andrias, Bandara Sultan Hasanuddin mengalami renovasi terakhir pada tahun 2008. Rencananya, tahun ini bandara juga akan mengalami perluasan, dari yang semua hanya 51.000 m2, menjadi 7 hektar.

"Karena kapasitas penumpang yang diterima tahun 2012 lalu berlebihan. Bangunan kami didesain untuk 7 juta penumpang, tapi tahun lalu kami menerima 8,4 juta penumpang," tambah Andrias.

Nantinya, bandara ini pun akan mengalami perluasan, menyesuaikan dengan konsep baru, yaitu airport city. Konsepnya adalah one stop service.

"Jadi ke depannya akan diperbanyak fasilitas-fasilitas non-penerbangan, semacam rumah makan di sekeliling bandara, fasilitas rumah sakit, pasar wisata, dan hotel," jelas Andrias.



Via: Begini Kerennya Bandara Sultan Hasanuddin Makassar

Selasa, 19 Maret 2013

Beredar Video Lucu Promosi Pariwisata Wisconsin


Wisconsin - Wisconsin di AS tak kehabisan akal untuk mempromosikan pariwisata, salah satunya dengan membuat iklan. Yang menarik, video iklan ini berupa adegan lucu yang menimbulkan gelak tawa. Penasaran?

Adalah Travel Wisconsin Summer 2013, nama iklan video yang berisi promosi pariwisata Wisconsin. Dilansir dari Huffington Post, Selasa (19/3/2013), video yang telah beredar di Youtube ini disutradarai oleh David Zucker, sutradara sebuah film komedi klasik 'Airplane'.

Dengan mengajak aktor AS, Robert Hays, mereka berdua pun membuat sebuah iklan promosi berbalut komedi. Bayangkan saja, dalam video tersebut diceritakan seorang pria yang sedang mengisi liburan di danau Wisconsin, mengalami sial berkali-kali.

Ya, video berdurasi 30 detik tersebut, menceritakan pengalaman seseorang yang sedang berlibur. Pertama-tama, video dibuka oleh seorang pria yang berdiri di atas dermaga kayu dengan alat pancingnya.

Kesialan pun dimulai ketika ia melempar pancingan ke danau. Karena ceroboh, mata kail yang seharusnya terlempar ke danau, malah menyangkut di ember. Otomatis, ember tersebut pun langsung menghantam kepalanya.

Merasa pusing, si pria ini sempoyongan dan kaki kanannya masuk ke dalam ember, sedangkan kaki kiri melangkah di atas lantai kayu dermaga yang reot. Kayu tersebut langsung menghantam kepalanya. Sontak ia menunduk dan malah menabrak styrofoam. Bruk!

Belum selesai, kesialannya berlanjut dengan terlempar ke danau, dan mendarat mulus di atas ban pelampung sebuah kapal. Masih dengan wajah bingung, styrofoam yang menyangkut di kepala dan ember yang menempel di kaki, ia terombang-ambing di ban yang tertarik kapal.

Menabrak ramp untuk pemain ski melompat, lelaki ini kembali terpelanting. Kali ini ia mendarat di atas dermaga, disusul sebuah ikan besar yang jatuh tepat di atas tubuhnya.

Kasihan melihat kesialan yang menimpa sang pria, sekumpulan wanita cantik berbikini pun menghampiri. Seolah tak ingin melihat Hays tersenyum lama, ikan besar yang menimpanya menampar Hays dengan sirip belakangnya. Sungguh sial!

Di akhir video barulah muncul tagline pariwisata Wisconcin dengan pesan bahwa semua orang bisa bersenang-senang di Wisconsin. "It doesn't take any special skill to enjoy Wisconsin, just drop in," demikian tagline tersebut.


Via: Beredar Video Lucu Promosi Pariwisata Wisconsin

Jumat, 15 Maret 2013

Turis Inggris Diperkosa Kakek 70 Tahun di Spanyol


Malaga - Turis wanita asal Inggris diperkosa oleh tiga orang pria, salah satunya adalah kakek berumur sekitar 70 tahun, saat berlibur di Spanyol. Bagi para traveler wanita, diharapkan lebih waspada saat traveling!

Peristiwa mengenaskan ini terjadi hanya beberapa meter dari apartemen liburan wanita berusia 31 tahun tersebut dan kekasihnya di Costa del Sol, Malaga, Spanyol. Turis malang itu diserang oleh tiga pria pada Minggu, 10 Maret dini hari waktu setempat saat dirinya berjalan kaki seorang diri.

Menurut media setempat, La Opinion de Malaga seperti dilansir Daily Mail, Jumat (15/3/2013), saat itu, turis tersebut dan kekasihnya menghadiri acara pesta di kawasan populer Puerto Marina. Namun, wanita itu memutuskan untuk pulang ke apartemen pada pukul 01.00 dini hari waktu setempat setelah bertengkar dengan kekasihnya.

Dia pun menyetop taksi. Setelah itu, dirinya merasa sakit sehingga sang sopir taksi menyuruhnya untuk turun. Wanita itu pun terpaksa berjalan kaki menuju apartemennya karena saat itu jalanan sangat sepi, tak ada taksi yang melintas.

Menurut pengakuannya, saat dia melintasi terowongan jalan, ada tiga pria yang menyerang. Ketiganya digambarkan sebagai pria Arab, salah satunya berumur sekitar 70 tahun dan dua pria lainnya jauh lebih muda.

Ketiga pria itu menyeret korban dan membawanya ke tempat gelap lalu memperkosanya secara bergantian. Setelah kejadian itu, korban kembali berjalan kaki dan jatuh pingsan di luar apartemennya pada sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

Seseorang kemudian mendapati korban pingsan lalu menelepon polisi dan korban pun dilarikan ke rumah sakit. Kepolisian Spanyol masih terus menyelidiki kasus ini. Ketiga pelaku pun masih dalam pengejaran polisi.


Via: Turis Inggris Diperkosa Kakek 70 Tahun di Spanyol

Kamis, 14 Maret 2013

5 Monumen Keren di Surabaya Tapi Luput dari Wisatawan


Surabaya - Bicara tentang Surabaya, Anda pasti ingat monumen buaya dan hiu yang jadi ikon kota ini. Tapi rupanya, ada 5 monumen lain di Surabaya yang luput dari pandangan wisatawan. Masing-masing punya cerita dan sejarah.

Dihimpun detikTravel, Kamis (14/3/2013), berikut 5 monumen keren di Surabaya yang biasanya luput dari pandangan wisatawan. Coba perhatikan baik-baik lokasinya, dan cobalah mampir untuk berfoto atau sekadar melihat-lihat:

1. Monumen Bambu Runcing

Monumen ini berlokasi di Jalan Jendral Panglima Sudirman, tepat di jantung Kota Surabaya. Warga Indonesia pasti tahu, bambu runcing adalah senjata tradisional yang digunakan saat pertempuran melawan Belanda. Bambu runcing juga jadi salah satu simbol kepahlawanan.

Monumen inilah salah satu bukti kalau Surabaya adalah Kota Pahlawan, mengingat pertempuran sengit pada 10 November 1945. Ada 5 pilar berbentuk bambu runcing, dengan tinggi berbeda pada masing-masing pilar. Pada waktu tertentu, air mengalir dari pilar tersebut layaknya air mancur.

Monumen Bambu Runcing dikelilingi taman kecil yang dipenuhi tanaman. Karena terletak di jantung kota, wisatawan pasti dengan mudah menangkap wujudnya. Anda pasti akan melewati monumen ini jika akan berkunjung ke Kebun Binatang Surabaya, Tunjungan Plaza, Surabaya Plaza, dan Tugu Pahlawan Surabaya.

2. Monumen Gubernur Suryo

"Berulang kali kami telah diberitahu bahwa lebih baik jatuh berkeping-keping daripada dijajah lagi. Dan sekarang dalam menghadapi ultimatum Inggris, kita akan berpegang teguh untuk menolak ultimatum."

Begitulah kalimat yang tertera dalam prasasti Monumen Gubernur Suryo. Nama asli pahlawan Surabaya ini adalah Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo. Dialah Gubernur Jawa Timur pertama, menjabat dari tahun 1945-1948. Ia dibunuh saat pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948.

Monumen Gubernur Suryo berlokasi di Kompleks Taman Apsari, persis di depan Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo. Monumennya berbentuk patung figur sang mantan Gubernur dalam posisi berdiri. Prasasti dengan kalimat seperti disebut sebelumnya terletak persis di bawahnya.

Kalimat itu ditulis tanggal 9 November 1945 pukul 23.00 WIB di Nirom Broadcast, Jalan Embong Malang Surabaya, yang sekarang menjadi Hotel JW Marriott. Selain sebagai simbol kepahlawanan Gubernur Suryo, taman di sekitar monumen ini biasa dijadikan tempat nongkrong arek-arek Suroboyo.

3. Monumen Jenderal Sudirman

Berhadapan dengan Monumen Bambu Runcing terdapat Monumen Jenderal Sudirman. Siapa pula yang tak kenal Panglima Jenderal Soedirman sebagai salah satu pembela tanah air?

Di Surabaya, monumen ini berlokasi di Jl Yos Sudarso. Tampak figur sang Jenderal sedang berdiri tegap, tangan di kedua sisi tubuhnya. Sementara di Jakarta, wisatawan mengenal Patung Sudirman yang menghadap Jl MH Thamrin. Pada Patung Sudirman Jakarta, tangan kanan sang Jenderal dalam posisi hormat.

Inilah simbol perjuangan Panglima Jenderal Sudirman dalam mempertahankan Tanah Air. Wisatawan bisa dengan mudah menemukan monumen ini, layaknya Jl MH Thamrin di Jakarta, Jl Yos Sudarso di Surabaya juga merupakan jalan protokol yang ramai. Di jalan ini pula terdapat Gedung Balai Kota, Hotel New Garden Palace, Mess Angkatan Laut Yos Sudarso, juga gerbang masuk ke Balai Pemuda.

4. Monumen Kapal Selam

Wisatawan pasti heran, di tengah Kota Surabaya terdapat sebuah kapal selam tua yang merupakan monumen sekaligus museum. Monumen Kapal Selam, disingkat Monkasel, berlokasi di Jalan Pemuda, di bantaran Kalimas Surabaya. Sama seperti monumen-monumen sebelumnya, Monumen Kapal Selam juga berlokasi di pusat kota.

Ini adalah salah satu armada Angkatan Laut RI buatan Uni Soviet tahun 1952, namanya KRI Pasopati 410. Dulu ini adalah salah satu kendaraan perang andalan, yang pernah terlibat dalam Pertempuran Laut Aru untuk pembebasan Irian Barat dari pendudukan Belanda.

KRI Pasopati 410 merupakan salah satu dari sekian banyak Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) TNI AL. Kapal selam ini dinonaktifkan tahun 1990, kemudian berubah fungsi menjadi monumen sekaligus museum. Wisatawan bisa menjelajah 7 ruangan di kapal selam ini, termasuk Ruang Luncur Torpedo lengkap dengan periskopnya.

5. Monumen Jalesveva Jayamahe

Jalesveva Jayamahe, nama yang unik untuk sebuah monumen. Dua kata tersebut merupakan semboyan TNI AL, yang artinya 'Di Laut Kita Berjaya'. Tak tanggung-tanggung, monumen ini setinggi 30,6 meter ditopang dengan bangunan setinggi 30 meter.

Patung di atasnya menggambarkan seorang perwira Angkatan Laut RI lengkap dengan pedang kehormatannya, berdiri tegap menghadap Pelabuhan Tanjung Perak. Sangat menggambarkan keberanian dan kegagahan para perwira dalam menantang gelombang dan badai di laut lepas, serta mempertahankan wilayah NKRI.

Monumen ini dibuat oleh Nyoman Nuarta, yang juga membuat patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali. Monumen Jalesveva Jayamahe juga berfungsi sebagai mercusuar bagi kapal-kapal yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak.


Via: 5 Monumen Keren di Surabaya Tapi Luput dari Wisatawan

Rabu, 13 Maret 2013

Lufthansa Diskon 50% Untuk Kabin Kelas Satu


Frankfurt - Lufthansa melakukan promo gencar-gencaran. Untuk mendatangkan banyak penumpang, maskapai ini menebar diskon setengah harga untuk penerbangan pada kabin kelas satu. Fasilitas mewah menjadi jaminan. Berminat berburu tiketnya?

Lufthansa adalah maskapai asal Jerman dan merupakan terbesar kedua di Eropa. Demi menarik jumlah penumpang, Lufthansa menebar promo berupa diskon setengah harga pada penerbangan kelas satunya, seperti dilansir dari News Australia, Rabu (13/3/2013).

Promo tersebut adalah 'First Saver Plus' tiket. Promo ini berlaku untuk 40 penerbangan jarak jauh dan hanya berlaku pada penerbangan pulang-pergi yang bermula dari Jerman. Tapi, wisatawan berharap promo ini juga berlaku untuk berbagai negara lain.

Untuk rute Frankfurt-Bangkok, berlaku dengan harga tiket US$ 5.707 atau sekitar Rp 55 juta. Ada juga penerbangan dari Jerman menuju New York, AS seharga US$ 6.973 atau sekitar Rp 67 juta. Harga-harga tersebut merupakan setengah dari harga normal.

Tapi, tentu ada syarat untuk mendapatkan promo tersebut. Penumpang harus memesan tiket 60 hari sebelum keberangkatan dengan syarat dan ketentuan berlaku, serta terdapat pembatasan pada tiket penerbangan yang dibatalkan atau diubah jadwalnya.

Selain itu, beberapa syarat lainnya adalah penumpang harus tinggal minimal enam hari di pesisir timur AS atau 10 hari di tempat lain. Traveler yang mencoba promo ini akan merasakan pengalaman terbang di kabin kelas satu dengan segala kemewahan dan fasilitas yang ditawarkan.

"Maskapai ini sedang mencoba untuk merangkul lebih banyak traveler," kata Dewan Direksi Lufthansa, Jens Bischof.


Via: Lufthansa Diskon 50% Untuk Kabin Kelas Satu

Senin, 11 Maret 2013

Ini DIa 4 Destinasi Liburan Singkat di Jakarta


Jakarta - Besok adalah Hari Raya Nyepi umat Hindu yang juga merupakan hari libur Nasional. Bagi warga Jakarta yang tidak sempat liburan, masih bisa berkeliling ibukota. Berikut 4 destinasi untuk liburan singkat di Jakarta.

Jakarta tak pernah kehabisan destinasi yang bisa dijelajahi. Baik objek wisata lama atau baru, semua sama-sama menarik. Disusun detikTravel, Senin (11/3/2013) inilah 4 tempat wisata yang bisa jadi tujuan liburan singkat di Jakarta:

1. Museum Taman Prasasti

Ingin melancong ke museum namun ingin yang tidak biasa? Datang saja ke Museum Taman Prasasti di Jl Tanah Abang No 1 Jakarta Pusat. Di sini ada kumpulan prasasti makam nan indah dan memesona.

Dijamin, Anda seperti memasuki atmosfer lain saat berada di sini. Bagi para pecinta fotografi, ini adalah destinasi tepat mengasah kemampuan sekaligus menambah koleksi foto. Ada beragam bentuk patung dan prasasti mulai dari malaikat, pastur, hingga peri.

Atmosfer yang diciptakan Museum Taman Prasasti berbeda dari museum-museum lainnya. Pohon-pohon rindang menaungi patung-patung bergaya gotik. Apalagi Museum Taman Prasasti sedang mempercantik diri, sehingga wisatawan semakin dimanjakan dengan akses yang lebih memadai.

2. Hutan Muara Angke

Siapa sangka kalau Jakarta masih memiliki hutan. Bagi Anda yang ingin merasakan rindang dan sejuknya hutan tampa harus keluar kota, Hutan Muara Angke jawabannya. Hutan ini berada di dekat pelabuhan dan pasar ikan Muara Angke, Jakarta Utara.

Pepohonan hijau dan rindang, serta jalan setapak yang nyaman untuk wisatawan bisa didapat di sini. Hiruplah oksigen sebanyak-banyaknya, nikmati udara segar di ibukota.

Waktu paling asyik untuk menikmati suasana Hutan Muara Angke adalah pada pagi hari, seperti dilakukan detikTravel beberapa waktu lalu. Pijakan kaki Anda di atas board walk atau jembatan kayu sepanjang 843 meter. Jembatan sengaja dibuat melingkar agar turis bisa menikmati seluruh hutan.

3. Kepulauan Seribu

Masih di Jakarta Utara, Anda bisa menikmati nuansa laut yang menyenangkan. Kepulauan Seribu menawarkan puluhan bahkan ratusan pulau dengan kecantikan khasnya masing-masing.

Banyak sekali pulau yang memiliki pantai indah namun harus melalui perjalanan laut berjam-jam lamanya. Namun bukan berarti Anda tidak bisa bermain air di sini karena ada juga pulau-pulau yang tidak terlalu jauh. Pulau Onrust, Pulau Untung Jawa atau Pulau Pramuka bisa jadi destinasi pilihan Anda.

Pulau Onrust memerlukan waktu 1 jam perjalanan dengan kapal kayu dari Muara Angke. Di sana ada benteng dan museum yang menarik bagi para pecinta sejarah. Di Pulau Untung Jawa atau Pramuka, ada pantai yang bisa dijadikan objek wisata bahari. Perjalanan ke sana menghabiskan waktu sekitar 2 jam.

4. Kebun Binatang Ragunan

Sebagai kebun binatang satu-satunya di Jakarta, Ragunan selalu jadi tujuan warga Jakarta yang ingin piknik maupun bersantai di lanskap rindang. Kebun Binatang Ragunan pun menyuguhkan yang terbaik bagi wisatawan, bisa dilihat dari variasi hewan dan kebersihan yang sangat dijaga pihak pengelola.

Jangan dulu langsung bosan saat ke Ragunan, karena ada atraksi menarik yang bisa Anda intip saat liburan. Anda bisa berkeliling melihat hewan-hewan sambil dinaungi pohon-pohon rindang. Jika bosan, Anda bisa naik sepeda atau sepatu roda.

Nah, sekitar pukul 09.00 WIB, 12.00 WIB dan 16.00 WIB, Anda harus masuk ke Pusat Primata Schmutzer karena ada atraksi menarik di dalam sana. Inilah waktu-waktu memberi makan seluruh penghuni Schmutzer. Anda bisa melihat tingkah berbeda para primata pada saat makan.

Yang mana pilihan Anda?


Via: Ini DIa 4 Destinasi Liburan Singkat di Jakarta

Kamis, 07 Maret 2013

Penting! 3 Tips Bagi Wanita yang Traveling ke India


Jakarta - Maraknya kasus pemerkosaan, menjadi salah satu kecemasan bagi wanita yang mau traveling ke India. Padahal, India mempunyai beragam destinasi menarik. Tapi jangan takut dulu, 3 tips berikut ini dapat menjadi pelindung para wanita.

India kaya dengan destinasi budaya, sejarah, dan alam. Anda bisa mengikuti festival Holi yang meriah atau mendaki Pegunungan Himalaya yang banyak saljunya. Namun, bagi wanita yang traveling ke India, ada beberapa hal penting yang harus dilakukan.

Berikut 3 tips penting bagi wanita yang traveling ke India, yang dirangkum dari wawancara dengan Direktur India Tourism, Madhu Dubey dalam seminar Know India di Four Seasons Hotel, Jakarta, Kamis (7/3/2013):

1. Jangan mudah percaya orang lain

"Kita harus hati-hati kalau mau berpergian ke negara lain, saat menjadi turis saya juga selalu hati-hati," ujar Madhu.

Madhu menambahkan, baiknya para wanita yang traveling ke India jangan mudah percaya dengan orang yang baru ditemui. "Harus yakin dengan siapa kita bertemu dan bicara," ungkapnya.

Anda pasti bertemu banyak orang asing selama perjalanan. Oleh sebab itu, jangan mudah percaya oleh informasi yang diberikan kepada mereka. Anda harus berani menolak jika diajak ke tempat-tempat tertentu dan mencari kebenaran tentang informasi yang diberikan.

"Jangan mudah percaya dengan semua orang yang Anda temui," kata Madhu mengingatkan.

2. Lindungi diri

Jangan mentang-mentang turis, lalu Anda berpakaian seenaknya dan cuek dengan keadaan sekitar. Para wanita sebaiknya melindungi diri sepanjang perjalanan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kita bisa melindungi diri dengan berpakaian yang sopan dan membawa alat perlindungan diri," tegas Madhu.

Madhu mengungkapkan, sebagai traveler, wanita harus bisa menjaga dirinya sendiri. Sebab, satu-satunya penolong pertama adalah diri sendiri. "Kita harus bertanggung jawab dengan keamanan sendiri," katanya.

3. Cari informasi sejelas-jelasnya

Informasi menjadi hal penting bagi wanita yang traveling di India. Anda ahrus mengumpulkan banyak informasi secara terperinci mengenai suatu destinasi di sana. Baiknya, Anda bisa mengetahui kantor polisi, rute transportasi, atau kondisi di tempat-tempat umumnya.

"Cari semua informasi mengenai tempat yang akan Anda datangi," papar Madhu.

"Anda bisa mengantongi informasi kontak pihak keamanan seperti polisi. Kalau ada apa-apa bisa segera melapor," tambah madhu mengingatkan.

Selain itu, Anda juga bisa meminta pemandu resmi dari tur operator. Carilah pemandu wisata yang berlisensi dan terpercaya. Jangan pemandu gadungan yang dapat menipu Anda.



Via: Penting! 3 Tips Bagi Wanita yang Traveling ke India

Selasa, 05 Maret 2013

Tempat Tercantik Melihat Pantai Lombok Ada di Sini


Lombok - Lombok di Nusa Tenggara Barat punya banyak pantai yang indah. Nah, salah satu tempat tercantik melihat kecantikan pantainya ada di Bukit Malimbu 2. Dijamin terpukau!

Para pecinta pantai pasti memasukkan Lombok di dalam daftar destinasi favorit karena banyaknya pantai indah dan perawan di sana. Jika sedang tak ingin berenang dan hanya ingin melihat keindahan perairan Lombok dari atas, bisa datang ke Bukit Malimbu 2.

Bukit Malimbu 2 terletak di Lombok Utara, di tepian jalan menuju 3 Gili. Mengapa dinamakan Bukit Malimbu 2 karena sebelumnya sudah ada Bukit Malimbu. Menurut salah seorang pemandu wisata yang bernama Deni, tadinya Bukit Malimbu tidak bisa diakses karena tidak ada jalan.

Namun dengan hadirnya jalan untuk memudahkan akomodasi di Lombok, maka terbukalah bukit tersebut. Di satu titik tikungan, tersisa daerah kosong yang bisa digunakan sebagai tempat parkir kendaraan yang ingin melihat keindahan perairan Lombok, atau yang ingin menikmati cantiknya sunset.

Bukit Malimbu 2 memiliki pemandangan yang berbeda dengan Bukit Malimbu 1. Ada jalan buntu di ujungnya, dengan hiasan pohon kelapa di kiri dan kanan. Tak sedikit wisatawan yang membidik kamera ke segala arah untuk menangkap panorama nan menarik di sana.

Laut yang biru dipadukan dengan deretan pohon membuat hasil foto terlihat dramatis. Belum lagi ada beberapa perahu layar atau perahu nelayan yang melintas, menyempurnakan pemandangan yang tersaji.

Pengunjung bisa mendatangi bukit ini dari pagi hingga sore hari. Saat matahari masih bersinar, pelancong disajikan pemandangan laut nan biru. Sedangkan saat sore, momen matahari tenggelam pun jadi suguhan utama.


Via: Tempat Tercantik Melihat Pantai Lombok Ada di Sini

Jumat, 01 Maret 2013

Tata Mandong, 'Mbah Maridjan' dari Gunung Bawakaraeng


detikTravel Community - 

Tubuh itu semakin membungkuk, keriput, namun tetap tegar menghadapi hidup. Tata Mandong, begitu kakek ini disebut, sudah 30 tahun mengabdikan dirinya demi menjaga keseimbangan alam Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan.

Tata Mandong bukanlah sosok pahlawan yang dikenal banyak orang. Di sela mulutnya terselip lintingan tembakau. Asap terhembus, pelan, nikmat, ditelan udara. Rambutnya memutih termakan usia, namun senyumnya selalu tersungging tatkala memberikan petuah bijak.

Tak ada yang tahu kapan ia dilahirkan, tak pernah pula dia memberi jawaban saat ditanya. Umurnya, ditaksir dari kondisi fisik, sekitar 60 tahun. Kami memanggilnya Tata Mandong, pahlawan dari Tanah Bawakaraeng.

Persis di kaki Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, lembah indah terbentang. Hijau, bagai permadani yang terhampar. Lembah itu bernama Lembah Ramma. Butuh waktu minimal 4 jam untuk mencapai lembah ini dari desa terakhir, melewati perbukitan dan beberapa sungai.

Menuju Lembah Ramma hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki dengan jalur yang sempit dan banyaknya pohon tumbang. Ya, di tengah sini, di lembah indah ini, Tata Mandong tinggal sendirian di rumahnya yang sederhana. Rumah itu berukuran 3x4 meter persegi. Tak ada listrik, apalagi televisi.

Rumah panggung yang terbuat dari beberapa potongan kayu dengan lantai setinggi 1 meter tersebut hanya terdiri dari dua ruangan. Dapur yang menyatu dengan ruang tamu, dan sebuah kamar tidur. Dasar rumahya digunakan sebagai tempat berteduh untuk ketiga anjingnya. Teman setia yang menemani dirinya ketika sepi dan menjaga dirinya dari babi hutan.

Hanya sebuah radio usang satu-satunya barang 'termewah' yang ia punya. Itu pun pemberian dari salah seorang mahasiswa yang berkunjung ke rumahnya. Seorang pria seusianya seharusnya istirahat dengan tenang di rumah sambil menikmati koran atau bercanda dengan cucu tercinta. Tata Mandong hanya bermukim sendirian di tengah hutan, tanpa fasilitas mewah satu pun. Menurut saya, hanya manusia luar biasa yang mampu melaluinya.

Sudah sekitar 30 tahun Tata Mandong mengabdikan dirinya demi menjaga keseimbangan alam Gunung Bawakaraeng. Setiap hari ia menanam bibit pohon yang sebelumnya telah disemai di halaman rumahnya. Bibit-bibit tersebut diharapkan dapat menjadi penahan banjir kelak nantinya.

Ia cerita tentang kasus longsor pada tanggal 26 Maret 2004 di sekitar Gunung Bawakaraeng yang menyebabkan 32 warga kampong Lengkese, Desa Manihoi, Kecamatan Tinggi Moncong, tewas. Puluhan rumah, ternak dan sekolah pun tertimbun endapan longsor.

Saat itu warga baru saja menyelesaikan ibadah salat Jum'at. Ada yang kembali beraktivitas bertani di sawah, atau membawa ternak ke padang rumput. Ada pula yang langsung istirahat di rumah. Tak ada yang menyangka, sebab tak ada tanda-tanda bahwa akan adanya longsor. Semua berlangsung begitu cepat. Warga tak mampu menyiapkan diri.

Tata Mandong tak mampu berbuat banyak saat itu. Ia terlambat memberitahu warga tentang bencana ini. Ia hanya manusia biasa yang memiliki tenaga rata-rata dan harus berpacu melawan endapan longsor sepanjang 30 kilometer dengan ketebalan mencapai 400-500 meter tersebut.

Sebelumnya, ia mendengar suara gemuruh di atas lereng dan menduga itu adalah salah satu lereng yang akan longsor. Dugaan beliau tepat, tak lama kemudian terjadilah bencana longsor tersebut. Tata Mandong sangat sedih dengan bencana ini.

Dedikasi Tata Mandong sungguh luar biasa dan benar-benar total. Setiap pagi ia akan menggapai puncak Tallung untuk mengamati kondisi gunung sambil mengawasi aktivitas ternak-ternak warga yang beliau gembalakan. Sebab, ia bisa mengamati semuanya dari puncak Tallung. Ia tak punya teropong untuk melihat detail-detail kondisinya. Hanya dengan mata telanjang dan pengalamanlah ia menafsirkan semuanya.

Tata Mandong adalah orang yang akan dimintai nasehat oleh warga tentang kondisi Gunung Bawakaraeng untuk melanjutkan aktivitas bertani dan beternak. Tak jarang pula ia menjadi tim penyelamat ketika ada pendaki yang hilang dan tersesat.

Yang paling membuat saya gusar, Tata Mandong hanya dibayar Rp 150.000 per bulan oleh Dinas Kehutanan untuk membayar bentuk dedikasinya tersebut. Sungguh ironis memang. Untuk kehidupan sehari-harinya beliau mengandalkan ikan empang yang dipelihara. Atau sedikit sumbangan dari rekan-rekan pendaki yang rata-rata setiap akhir pekan mengunjungi rumahnya. Dan kalau terpaksa, Tata Mandong akan berjalan kaki menuju pasar Malino.

Tata Mandong hanya pria biasa. Pria normal yang membutuhkan wanita sebagai istri yang menopang dirinya dan anak-anak yang menceriakan hari-harinya. Tahun 1986, Maniah, istri yang dicintainya, meninggalkan dirinya karena tak tahan dengan kondisi miskin yang menimpa keluarganya. Gaji sebagai penanam bibit sebesar Rp 150.000 menurutnya tak mampu menopang perekonomian keluarga.

Maniah membawa serta anak semata wayang mereka, Fatimah. Hal inilah yang masih menjadi ganjalan di hati Tata Mandong. Beliau menyimpan kerinduan yang mendalam kepada keluarga yang dia cintai. Beliau ingin melihat wajah cantik putrinya yang kini telah tumbuh menjadi gadis dewasa. Sekali lagi, sebuah keadaan yang sangat luar biasa dan hanya mampu dilalui oleh manusia yang luar biasa pula.

Tata Mandong, meski tak setenar Mbah Maridjan, adalah pahlawan lingkungan yang patut diapresiasi. Bertemu dengannya di kaki Gunung Bawakaraeng, Anda akan mengerti arti kehidupan dan kepedulian terhadap lingkungan.


Via: Tata Mandong, 'Mbah Maridjan' dari Gunung Bawakaraeng