Selasa, 26 Februari 2013

Kampung Sampireun, Mewahnya 'Perkampungan Sunda' di Garut


detikTravel Community - 

Kampung Sampireun adalah sebuah resor bernuansa Sunda di Garut, Jawa Barat. Tempat ini jadi salah satu destinasi favorit untuk honeymoon karena atmosfer yang masih alami berbalut fasilitas-fasilitas mewah.

Kampung Sampireun berjarak tempuh sekitar 5 jam dari Jakarta. Lokasinya di Jl Raya Semarang Kamojang, Kampung Sukakarya, Desa Ciparay, Garut, Jawa Barat. Ada setidaknya 22 bungalow yang masing-masing dilengkapi perahu. Wisatawan yang menginap bisa menikmati nuansa Situ Sampireun yang dihuni ribuan ikan mas.


Via: Kampung Sampireun, Mewahnya 'Perkampungan Sunda' di Garut

Senin, 25 Februari 2013

Jangan Merokok & 4 Tips Penting Saat Traveling ke Raja Ampat


Waisai - Traveling ke Raja Ampat adalah impian para traveler. Tapi ternyata, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat Anda menjelajahi kepulauan di Papua Barat tersebut. Selain dilarang merokok, inilah 4 hal penting lainnya.

Lautan biru jernih, ikan-ikan lucu, terumbu karang beraneka ragam, dan gugusan pulau karang adalah pesona dari Raja Ampat. Sekitar 75% spesies laut dunia pun berada di Raja Ampat. Sepanjang mata memandang, rasa takjub tak akan habis saat berlayar atau menyelami bawah lautnya. Tapi ternyata, ada 5 hal penting bagi traveler saat bertualang di Raja Ampat.

Disusun detikTravel, Senin (25/2/2013), berikut 5 hal penting yang harus diperhatikan saat traveling ke Raja Ampat:

1. Jangan merokok

Tahukah Anda, terdapat larangan merokok saat sedang berada di dalam boat di Raja Ampat. Hal ini pun menjadi catatan penting yang harus diperhatikan bagi Anda para perokok.

Mengapa? Sebabnya bensin-bensin di boat tersimpan simpan di bawah tempat duduk penumpang. Larangan merokok pun terpampang di dalam boat. Tak hanya itu, supir boat pun akan mengingatkan para perokok untuk bersabar selama di jalan. Jangan sekali-kali menyalakan rokok di dalam boat ya!

2. Bawa uang tunai

Anda akan sulit menemukan mesin ATM di pulau-pulau di Raja Ampat. Untuk itu, sebaiknya Anda menyiapkan uang tunai saat traveling ke gugusan pulau di Papua Barat tersebut.

Anda akan kesulitan jika tidak membawa uang tunai. Pembayaran homestay, boat, hingga suvenir di Pulau Arborak dan Waisai, tidak bisa dilakukan dengan pembayaran debit. Siapkan uang Anda dan buatlah rincian pengeluaran secermat-cermatnya.

3. Siapkan baterai cadangan

Tahukah Anda, beberapa resor atau homestay tidak menyediakan listrik untuk 24 jam. Oleh sebab itu, siapkan baterai cadangan untuk kamera, laptop atau pun ponsel Anda.

Betapa repotnya jika tiba-tiba baterai kamera Anda habis. Anda tidak akan bisa memotret kecantikan tiap-tiap pulau atau bawah laut Raja Ampat. Dengan membawa baterai cadangan, perjalanan pun menjadi lebih nyaman bukan?

4. Bawa dry bag

Hampir sepanjang perjalanan di Raja Ampat, Anda akan berlayar di lautan. Jangan bosan, sebabnya lautan biru jernih dan pulau cantik di tengah laut akan memanjakan pandangan Anda.

Untuk itu, bawalah kantung anti air atau dry bag sebagai pelindung peralatan Anda. Masukan kamera, ponsel, atau barang elektronik lainnya saat berlayar di Raja Ampat. Jangan sampai barang Anda basah dan rusak ya!

5. Makin banyak teman, makin murah

Nah, kalau ini adalah hal penting untuk menghemat biaya. Semakin banyak teman Anda saat traveling ke Raja Ampat, maka Anda dapat mengirit biaya perjalanan. Contohnya, satu boat biasanya mematok harga berkisar antara enam sampai belasan juta rupiah. Hal ini disebabkan mahalnya harga bahan bakar di Papua barat.

Dengan banyak teman, maka Anda bisa patungan bersama untuk menyewa kapal. Asyiknya lagi, harga sewa boat di raja Ampat tidak tergantung pada jumlah penumpang. Satu boat dapat diisi hingga 15 orang, jadi ajak teman-teman Anda ya!

Itulah 5 hal penting saat traveling ke Raja Ampat. Perhatikan setiap poinnya, serta nikmatilah pemandangan cantik sepanjang perjalanan. Satu lagi hal penting lainnya, jangan membuang sampah sembarangan ke laut ya!


Via: Jangan Merokok & 4 Tips Penting Saat Traveling ke Raja Ampat

Kamis, 21 Februari 2013

Maret, Emirates Rute Jakarta-Dubai Terbang 3 Kali Sehari


Jakarta - Kalau sebelumnya Emirates rute Jakarta-Dubai beroperasi 2 kali sehari, mulai 2 Maret 2013 mendatang frekuensi penerbangan bertambah jadi 3 kali sehari. Dengan penerbangan pagi, traveler sudah bisa tiba di Dubai pukul 12 siang.

Sebelumnya, penerbangan Emirates dari Jakarta menuju Dubai berangkat pukul 12.40 dan 17.55 WIB setiap harinya. Namun mulai 2 Maret 2013 mendatang, frekuensi penerbangan Emirates ditambah menjadi 3 kali sehari dengan jadwal keberangkatan pukul 07.45 WIB.

"Kapasitas penumpang pun bertambah dari 1.700 menjadi 2.500 seats per minggu. Emirates menjadi salah satu maskapai penerbangan long haul dengan kapasitas terbesar yang berangkat dari Indonesia," tutur Country Manager Emirates Airline Indonesia, Mohammed Al Nahari dalam konferensi pers di Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2013).

Armada yang akan mengangkut traveler adalah Boeing 777-300R dengan kabin Kelas Bisnis dan Kelas Ekonomi. Armada ini juga punya sistem hiburan terintegrasi, sehingga penumpang bisa menonton film, mendengarkan musik, bermain game bahkan menonton televisi.

"Boeing yang digunakan punya teknologi terbaru. Bisa terbang lebih lama dan memuat lebih banyak penumpang. Untuk entertainment kami punya lebih dari 1.400 channel dari seluruh dunia," tutur Sales Manager Emirates Indonesia, Ilonka Leiwakabessy dalam kesempatan yang sama.

Emirates adalah salah satu opsi terbaik traveler Indonesia yang ingin menyambangi Eropa. Hanya sekali transit di Dubai, kemudian Anda bisa melanjutkan perjalanan ke 31 destinasi di Eropa, atau bahkan 129 destinasi di lima benua.

"Penambahan frekuensi penerbangan ini akan semakin menghubungkan Jakarta dengan Eropa, Timur Jauh, Afrika, Timur Tengah, dan lain-lain," kata Mohammed.

Dengan begitu, wisatawan Indonesia bisa memilih 1 dari 3 jadwal keberangkatan Emirates menuju Dubai. Kalau berangkat dari Jakarta pukul 07.45 WIB, Anda akan tiba di Dubai pukul 12.15 waktu setempat. Penerbangan kedua yaitu pukul 12.40 WIB dan tiba di Dubai pukul 17.30 waktu setempat. Penerbangan terakhir yakni pukul 17.55 WIB dan tiba di Dubai pukul 22.55 waktu setempat.

Sebaliknya, penerbangan dari Dubai ke Jakarta terjadwal berangkat pukul 04.15, 11.10 dan 18.30 waktu setempat.

"Dengan adanya jadwal penerbangan pagi dari Jakarta, dalam sehari wisatawan bisa sarapan di Jakarta, lalu makan siang di Dubai. Kalau lanjut di Eropa bisa makan malam di Eropa," tutur Mohamed sambil tertawa.


Via: Maret, Emirates Rute Jakarta-Dubai Terbang 3 Kali Sehari

Senin, 18 Februari 2013

Ini Bukan Savana Afrika, Ini Taman Nasional Baluran di Jatim


detikTravel Community - 

Taman Nasional Baluran di Jawa Timur adalah tempat wajib bagi traveler pecinta alam liar. Di sana, Anda bisa mencium udara segar khas savana, yang dihuni kawanan rusa, monyet, dan hewan liar lainnya. Serasa di Afrika!

Tak hanya itu, penangkaran burung merak juga ada di taman nasional ini. Jika sedang beruntung, traveler yang datang bisa menemukan harimau di sini.

Masuk ke dalam hutan, ada berbagai jenis burung dan monyet yang bisa Anda temukan. Selain hamparan savana, masih ada lagi atraksi menarik lain di Taman Nasional Baluran, yaitu Pantai Bama.

Pantai ini terkenal dengan pemandangan sunrise dan terumbu karangnya. Snorkeling dan diving pun jadi kegiatan wajib di sana.


Via: Ini Bukan Savana Afrika, Ini Taman Nasional Baluran di Jatim

Minggu, 17 Februari 2013

Liburan Cantik & Sehat ala Wisata Spa


Jakarta - Kini, liburan tak hanya memuaskan diri mencoba sesuatu yang baru atau mendatangi tempat baru. Ada juga wisata yang bisa mempercantik dan menyegarkan badan yaitu wisata spa.

Melancong ke luar kota atau negeri pasti membuat badan lelah. Salah satu cara menyenangkan untuk mengembalikan kesegaran tubuh adalah dengan spa. Di Indonesia Travel and Holiday Fair (ITHF) yang berlangsung selama 3 hari dari 15-17 Februari 2013 di JCC, Jakarta, ada pusat spa yang bisa jadi rujukan liburan berbeda.

Taman Sari Royal Heritage Spa memiliki beberapa cabang yang tersebar di Indonesia maupun di luar negeri. Sebagian bekerja sama dengan hotel sehingga bisa sekaligus menghadirkan wisata spa.

Menurut Sales Taman Sari Royal Heritage Spa, Icha, paket yang paling favorit adalah Ancient. Paket ini memiliki durasi yang berbeda-beda, sesuai keinginan para tamu.

"Kenapa mereka suka Ancient, karena semua bahannya yang digunakan herbal, berasal dari alam dan dilakukan dengan cara yang tradisional," kata Icha kepada detikTravel di ITHF, Sabtu (16/2/2013).

Taman Sari Royal Heritage Spa salah satunya bisa ditemui di Kampung Sampireun Resort & Spa di Garut, Jawa Barat. Selama ITHF, ada promo yang bisa didapat pengunjung.

"Ada promosi Spa Package Massage Only, ada juga Spa Package Sari Coklat," kata Sales Executive Kampung Sampireun, Rizani Noviani kepada detikTravel.

Spa Package Massage Only hanya berisi massage, seharga Rp 250 ribu nett per orang. Sedangkan Spa Package Sari Coklat terdiri dari massage, lulur, masker atau berendam dan berharga Rp 450 ribu per orang.

Selain di Garut, pengunjung masih bisa menemui Taman Sari Royal Heritage Spa di Jakarta, Bali, Yogyakarta, Pekanbaru, Solo dan Palembang. Bahkan, saat liburan ke luar negeri, masih bisa menemui spa khas Indonesia ini seperti di Malaysia, Jepang, Kanada dan Bulgaria.


Via: Liburan Cantik & Sehat ala Wisata Spa

Jumat, 15 Februari 2013

Tak Hanya Susu, Pengalengan Juga Punya Kopi Luwak


detikTravel Community - 

Pengalengan di Jawa Barat biasanya identik dengan susu sapi segarnya. Tapi ternyata, destinasi yang berada di dataran tinggi ini juga menghasilkan kopi luwak lho!

Bagi traveler adalah penikmat kopi, tentunya tidak asing dengan Kopi Luwak. Harga kopi ini sangat mahal, secangkirnya bisa di atas Rp 200 ribu, terutama jika membeli di kafe-kafe besar di Jakarta.

Bagi sebagian orang yang baru mendengar bagaimana Kopi Luwak dihasilkan, tak urung bikin gentar juga. Di perkebunan kopi, biasanya ada Luwak (Paradoxurus hermphrodirus) atau musang yang memakan biji kopi.

Pilihan biji kopi si luwak ini adalah buah kopi merah yang sudah matang untuk dimakan. Biasanya kualitas biji kopi yang dipilih juga sangat baik. Buah kopi hasil cerna Luwak ini lah yang akan diambil untuk diolah menjadi kopi lezat tiada tara.

Lho, berarti minum kopi hasil kotoran dong? Betul. Tetapi buah kopi yang dicerna Luwak biasanya tidak tercerna karena berkulit keras. Tetapi karena sudah melewati proses cerna, jadi biji kopi sudah mengalami proses fermentasi. Hasil produksinya adalah biji kopi utuh yang kemudian diproduksi seperti kopi biasanya dengan hiegienis.

Di tanah Parahiyangan ini sebenarnya kopi baru dibudidayakan pada akhir tahun 1999, dengan panen perdana tahun 2003. Lahannya ditanam di lahan-lahan perkebunan dan Perhutani bekerjasama dengan masyarakat.

Sekarang pabrik kopi tumbuh di Pengalengan. Dari tidak adanya pabrik pengolahan kopi, kini ada 5 pabrik kopi. Tanaman kopi pun tidak hanya ditanam di kawasan perhutani, tapi juga di lahan masyarakat dan PLN.

Salah satu pabrik kopi di Pengalengan dimana traveler dapat menikmati secangkir (atau bercangkir-cangkir) kopi luwak adalah Kopi Malabar Arabica. Lokasinya terletak di Kampung Pasirmulya, Desa Margamulya, Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung. Dari Jalan Raya Pengalengan akan ada papan petunjuk arah. Jarak tempuh dari jalan raya ke lokasi pabrik kopi adalah sekitar 2 kilometer.

Jenis kopi di Pengalengan ini adalah kopi Arabica. Ketinggian daerah Pengalengan yaitu lebih dari 1.800 mdpl dengan suhu sejuk berkisar antara 15-21 derajat Celcius, ternyata cocok untuk budidaya tanam kopi jenis Arabica.

Di Kopi Malabar Arabica, traveler juga bisa melihat peternakan luwak yang terletak sekitar 300 meter dari lokasi pabrik. Di tempat ini luwak memang diternakkan. Karena peternakan, maka pakan luwak ini pun dijaga kualitasnya. Luwak tak hanya diberi makan buah kopi, tetapi juga buah-buahan seperti pisang, pepaya dan juga belut. 

Meskipun lucu dan tampak jinak, luwak ini ternyata sangat berpotensi menggigit. Jadi jangan coba-coba memasukkan jari traveler ke dalam jeruji tempat tinggal luwak, ya!

Di tempat ini turis dapat membeli kopi bubuk produksi kelompok Petani Kopi Rahayu Tani. Harga untuk bubuk berkisar antara Rp 27.500 hingga Rp 40.000 untuk 100 gram kopi. Tetapi untuk bubuk Kopi Luwak, harganya mulai dari Rp 190.000 per 100 gramnya.

Mencicipi secangkir kopi luwak juga bisa dilakukan disini. Harganya sekitar Rp 25.000 per cangkirnya. Cocok diminum panas-panas berpadu dengan sejuknya udara Pengalengan. Bisa diminum tanpa gula, atau kalau ingin pakai gula, rekomendasinya adalah gula merah.

Selamat mencicipi kopi luwak!


Via: Tak Hanya Susu, Pengalengan Juga Punya Kopi Luwak

Kamis, 14 Februari 2013

10 Penyakit yang Mengancam Anda Saat Traveling


Jakarta - Saat liburan ke tempat baru, bukan tidak mungkin kita akan terkena penyakit karena tubuh. Inilah beberapa penyakit yang bisa didapat saat traveling.

Dari flu hingga AIDS, berikut 10 penyakit yang bisa menjangkit saat liburan, yang diungkap saat seminar 'Nyaman Berwisata, Lindungi Diri dengan Vaksinasi' di Energy Cafe, Energy Building Lt Mezzanine, SCBD, Jakarta, Kamis (14/2/2013):

1. Tipus

Demam tipus adalah penyakit yang memiliki nama lain typhoid atau yang secara umum dikenal dengan nama tifus. Ini adalah penyakit umum yang bisa ada di seluruh dunia. Menurut Dr dr Iris Rengganis, tifus biasanya ada di negara tropis. Penularannya melalui makanan atau air yang terkontaminasi dengan kotoran orang yang terinfeksi.

2. Tetanus

Penyakit tetanus merupakan salah satu infeksi berbahaya. Karena mempengaruhi urat saraf dan otot. Penyakit ini disebabkan oleh neurotoksin dari bakteri gram positif anaerob.

3. Tuberculosis (TBC)

Ini adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri mikrobakterium tuberkulosa. Bakteri ini tersebar melalui udara. Bakteri bisa bebas di udara saat penderita batuk. Nantinya, bakteri ini berkumpul di paru-paru dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening.

4. Hepatitis

Hepatitis adalah peradangan atau pembengkakan hati. Ini bisa berdampak sangat fatal pada tubuh. Ada 5 macam hepatitis. Kebanyakan penyakit ini banyak ditemui di negara berkembang.

5. HIV/AIDS

Human Immunodeficiency Virus atau HIV dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih. Virus ini akan merusak sistem kekebalan tubuh manusia hingga akhirnya meninggal karena tak bisa melawan bakteri seringan apapun. Beberapa cara penularannya melalui seks bebas dan narkoba.

6. Japanese Enchephalitis

Ini adalah suatu penyakit yang menyerang susunan sadar pusat otak. Penyakit ini akan mengakibatkan radang otak yang disebabkan oleh virus tersebut.

7. Malaria

Penyakit ini berasal dari gigitan nyamuk anopheles. Nantinya gigitan ini akan membuat infeksi pada sel darah merah. Selain gigitan nyamuk, malaria juga bisa tersebar dari tranfusi darah yang terkontaminasi atau suntikan dengan jarum yang sebelumnya digunakan oleh penderita malaria.

8. Meningitis

Ini adalah penyakit yang berasal dari Afrika. Disebabkan oleh bakteri yang ditularkan melalui udara melalui percikan air liur saat bicara, batuk atau bersin dari penderita meningitis. Penyakit ini menyerang selaput otak dan dapat menimbulkan cacat dan kematian.

9. Flu

Penyakit yang paling umum dialami para traveler adalah influenza atau flu. Ini penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA. Gejala paling umum dari penyakit ini adalah menggigil, demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala dan batuk. Biasanya, influenza ditularkan melalui udara dengan batuk dan bersin.

10. Yellow fever

Ini adalah penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh virus yang disebut flavivirus. Jika sudah parah, penyakit ini bisa menyebabkan demam tinggi, pendarahan dalam kulit, kematian sel-sel ginjal dan hati. Akhirnya, penderita akan memiliki kulit yang berwarna kuning.

Salah satu cara aman menghindari penyakit-penyakit di atas adalah, menurut dokter Iris, dengan melakukan vaksinasi. Segala vaksinasi sudah tersedia di RSCM. Namun untuk meningitis, vaksinasi tersedia di RS Fatmawati dan KKP di Halim Perdanakusuma, Soekarno Hatta dan Tanjung Priok.


Via: 10 Penyakit yang Mengancam Anda Saat Traveling

Rabu, 13 Februari 2013

Desa di Bali Ini Menyimpan Tradisi Kuno


detikTravel Community - 

Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.

Saat ini, Bali terkenal sebagai tujuan wisata turis Indonesia atau pun dunia. Pesona kekayaan alam Bali, dan seni budayanya selalu memikat semua orang.

Namun, Pulau Dewata ini tak cuma indah dengan pantai, hotel atau restoran yang menyediakan tempat hiburan. Di sisi timur Bali tepatnya di daerah Manggis, Kabupaten Karangasem terdapat sebuah desa adat kuno. Tempat ini sangat menarik menjadi tujuan wisata seni & budaya.

Desa Adat Tenganan yang masih asli dengan budaya masyarakat Bali Aga, bisa jadi tujuan menarik. Di sini, masyarakatnya masih kental dengan adat tradisi kuno dari zaman leluhur. Terutama untuk para wisatawan yang senang menjelajah dan tertarik dengan wisata seni, budaya, dan sejarah.

Suasana Desa Tenganan yang masih alami, dengan arsitektur Bali serta bangunan rumah penduduk yang masih tradisonal. Inilah daya tarik desa yang jadi keunikan tersendiri. Apalagi penduduk Desa Tenganan ramah terhadap wisatawan yang masuk di area desa ini.

Pengunjung akan disuguhi suasana Tenganan yang masih alami. Asyiknya, semua orang yang masuk bebas berinteraksi dengan penduduk desa. Seni kain tenun dan pembuatan barang kerajinan pun jadi daya tarik lebih desa.

Di setiap sudut rumah penduduk, turis bisa langsung menyaksikan demo pembuatan kain tradisional Bali yang sangat indah. Kain tenun itu adalah kain tenun ikat ganda Geringsing. 

Tak hanya itu, di sini pengunjung dapat mempelajari dan membeli kain-kain hasil buatan tangan penduduk Tenganan. Namun jangan heran jika harga kain yang ditawarkan sangatlah mahal. Hal ini karena proses pembuatan kain Geringsing menggunakan teknik tenun tangan. Kain tenun ini juga terbuat dari bahan pewarna alami yang prosesnya rumit dan memakan waktu sangat lama.

Suasana eksotis alam desa Tenganan yang masih alami dan terkesan kuno sangat menarik bagi orang. Apalagi yang ingin mendapatkan suasana berbeda ketika berkunjung ke Pulau Bali.


Via: Desa di Bali Ini Menyimpan Tradisi Kuno

Selasa, 12 Februari 2013

Berjemur Bareng Bule Berbikini di Gili Trawangan


detikTravel Community - 

Tempat favorit para turis asing untuk berjemur bukan cuma Bali saja. Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat juga menjadi salah satu lokasi yang ramai oleh para bule berbikini. Yuk, nikmati suasana!

Siapa yang tidak kenal Gili Trawangan? Pulau paling cantik di Lombok ini sudah menyita perhatian wisatawan lokal, bahkan dunia. Tak heran saat ini Gili Trawangan sudah ramai dikunjungi setiap harinya.

Terletak di seberang Pulau Lombok, Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan termasuk dalam wilayah Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Perjalanan menuju Gili Trawangan ini paling asyik dilakukan pada akhir pekan, terutama jika tidak memiliki banyak waktu untuk liburan.

Berangkat dari Mataram, wisatawan bisa lewat jalur Pusuk atau Senggigi dengan view yang berbeda keindahannya. Di jalur Pusuk kita akan memutari bukit dengan hutan lebat yang dihuni oleh sekumpulan monyet jinak. Di sini, wisatawan bisa mampir sebentar untuk memberi makan kacang atau pisang pada monyet-monyet tersebut.

Rute Mataram menuju Pelabuhan Bangsal memakan waktu kurang lebih 45 menit sampai 1 jam. Oh, iya, kendaraan umum atau pribadi harus turun di terminal kemudian lanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Bangsal sekitar 500 meter dengan berjalan kaki atau naik cidomo, yaitu kendaraan sejenis delman. Jangan lupa, tawar dulu tarif cidomo sebelum naik. Biasanya sekitar Rp 15-25 ribu untuk 4-5 orang.

Di Pelabuhan Bangsal, Anda bisa menggunakan jasa public boat, tarifnya Rp 10 ribu per orang. Bisa juga menyewa boat seharga Rp 400.000 per kapal untuk pulang-pergi ke 'Trio Gili'. Pelabuhan Bangsal melayani penyebrangan dari pukul 6.00 Wita sampai 18.00 Wita, karena lewat dari jam tersebut suasananya sangat gelap.

Sampai di Gili Trawangan, langsung gunakan waktu untuk jalan-jalan. Di pantainya, banyak bule-bule berbikini yang sedang berjemur. Persis dengan pemandangan yang biasa Anda lihat di Bali.

Selain itu, Anda juga bisa berenang, snorkeling, dan diving. Untuk harga sewa peralatan snorkeling di sini, sekitar Rp 30-50 ribu per paket lengkap. Untuk diving, bisa langsung ke dive center di Gili Trawangan.

Gili Trawangan memang dikenal sebagai pulau yang bebas dari kendaraan bermotor. Selain berjalan kaki, Anda juga bisa menyewa sepeda seharga Rp 30 ribu per jam atau Rp 50 ribu per hari. Jika Anda berlibur bersama rombongan, lebih baik sewa cidomo untuk berkeliling Gili Trawangan, tarifnya Rp 125 ribu untuk satu kali putaran.

Yang menarik lainnya dari pulau ini adalah Taman Konservasi Penyu. Di sini kita bisa melihat pertumbuhan anak penyu atau tukik sebelum dilepas ke laut. Selain itu, Gili Trawangan juga punya banyak hotel murah. Per kamarnya dibanderol sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 1 jutaan. Di antaranya adalah Vila Ombak, Queen Villas, Hotel Ombak Sunset, Villa Grasia (lokasi syuting Film Arisan 2), Villa Unggul, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Mau yang lebih murah lagi sekitar Rp 100 ribuan? Susuri dalam-dalam gang permukiman penduduk. Ada semacam kamar-kamar kost dengan harga murah meriah. Bila menginginkan penginapan kelas menengah, sekitar Rp 300-500 ribu ada Sama-sama Bungalow, Pesona Resort, Big Bubble, Lumbung Cottages, dan lain-lainnya. Harga tersebut biasanya di luar musim liburan.

Gili Trawangan juga punya kehidupan malam yang heboh. Bule-bule terlihat meramaikan beberapa tempat di sini. Sehingga wajar ada julukan Gili Trawangan itu Desa Dunia dan Party Island, karena kita sebagai wisatawan domestik serasa seperti bukan di Indonesia, tapi sedang berada di suatu pulau di negara lain.


Via: Berjemur Bareng Bule Berbikini di Gili Trawangan

Senin, 11 Februari 2013

Buaya Terbesar di Dunia Mati di Filipina, Warga Menangis


Bunawan - Warga Kota Bunawan di Filipina sedih bukan kepalang. Buaya terbesar di dunia yang bisa dilihat di kota mereka telah mati. Buaya itu adalah daya tarik utama Kota Bunawan, yang mendatangkan turis domestik dan mancanegara.

Dari News Australia, Senin (11/2/2013), buaya bernama Lolong ini meninggal kemarin. Padahal berkat reptil raksasa ini, kota mungil Bunawan di Provinsi Agusan del Sur mulai membuka pintu pariwisata. Turis domestik dan internasional berbondong-bondong melihat buaya sepanjang 6,17 meter dan seberat 1 ton ini.

Ya, buaya ini bahkan lebih besar dari Cassius, buaya terbesar di Australia yang mencapai 5,2 meter. Predikat buaya terbesar di dunia dicanangkan oleh Guinness World Record. Sebelum ditangkap pada 2011, buaya ini pernah melakukan beberapa serangan mematikan.

Sebelumnya, dokter hewan Alex Collantes pergi ke Bunawan untuk melihat buaya seberat 1 ton ini. Saat datang ke taman ekowisata tempat si buaya dikandangkan, reptil raksasa itu telah dalam keadaan terbalik. Reptil itu pun dinyatakan mati beberapa jam kemudian.

Para pakar hewan memperkirakan buaya ini berusia lebih dari 50 tahun. Walikota Bunawan Edwin Cox Elorde menyatakan, akan mencari tahu penyebab kematian buaya ini. Reptil raksasa ini telah menjadi bintang di kota berpenduduk 37 ribu jiwa tersebut.

Collantes mengatakan, ia dan penjaga taman ekowisata telah mencoba mempertahankan hidup si buaya ini. Caranya dengan merendam tubuh buaya tersebut di air hangat, di tengah cuaca yang sangat dingin bulan ini. Cuaca tersebut dinilai berpengaruh terhadap kondisi si reptil.

Namun apa daya, buaya itu pun akhirnya mati. Petugas taman dan warga Kota Bunawan sampai menangis.

"Saya sangat depresi. Saya menyukai buaya itu, dia memberi ketenaran bagi kota kami dan Filipina," kata Elorde dalam perbincangan telepon dengan News Australia.

Pada 2009, seorang anak kecil menjadi korban buaya terbesar di dunia itu. Tak berapa lama kemudian, seorang nelayan pun menghilang. Beberapa kerbau juga diserang buaya ini di area tersebut. Hingga akhirnya, setelah 3 minggu perburuan, si buaya ditangkap pada September 2011.

Waktu itu sekitar 100 orang menarik si buaya dari rawa, dipimpin oleh Elorde. Buaya itu dinamakan "Lolong".

Pemerintah Kota Bunawan lantas membuat taman ekowisata sebagai rumah baru buaya tersebut. Beberapa waktu setelahnya, turis domestik dan mancanegara pun berdatangan. Pintu pariwisata di pedalaman Filipina itu pun mulai terbuka. Warga setempat mendapat keuntungan dari bisnis pariwisata.

Untuk menambah jumlah wisatawan, kata Elorde, pemerintah Filipina berencana membuat jalan raya sepanjang 1,9 km menuju taman ekowisata tersebut. Namun belum jelas kapan rencana tersebut direalisasikan.

Setelah kematian Lolong, Elorde mengatakan ia berencana mengawetkan reptil tersebut agar warga Bunawan masih bisa mengagumi buaya terbesar di dunia.

"Saya ingin mereka bisa melihat buaya yang memecahkan rekor dunia dan membuat kota kami terlihat di peta," kata Elorde.


Via: Buaya Terbesar di Dunia Mati di Filipina, Warga Menangis

Jumat, 08 Februari 2013

Menyusuri 5 Pantai Cantik di Bengkulu


detikTravel Community - 

Bengkulu, provinsi yang membujur di sebelah barat Pulau Sumatera, kaya akan potensi wisata pantainya. Saat berkunjung ke sini, tak ada salahnya menikmati pantai-pantai yang langsung menghadap Samudera Hindia. Inilah 5 pantai cantiknya.

Kalau Anda sudah biasa berwisata ke pantai-pantai di Bali atau Lombok, berarti Anda perlu mencicipi wisata pantai di Bengkulu. Tiap pantai di provinsi ini punya karakter berbeda, dengan fasilitas yang diperbaharui pula. Traveler tak akan bosan berada di pantai-pantai ini.

Beberapa pantai tersebut, dari bagian selatan ke utara adalah:

1. Pantai Jenggalu

Pantai ini banyak didatangi traveler yang gemar memancing, karena banyak ikannya. Untuk mencapai tempat ini, Anda harus terlebih dahulu melewati 2 Km perjalanan di Hutan Cagar Alam Jenggalu.

2. Pantai Panjang Putri Gading Cempaka


Pantai berpasir putih dengan garis pantai sepanjang 7 Km ini adalah objek wisata favorit di Kota Bengkulu. Banyak traveler bilang inilah garis pantai terpanjang di Indonesia. Ombaknya tenang, pasirnya halus, dan deretan pohon cemara membuat pantai ini semakin digemari wisatawan.

Beragam fasilitas juga tersedia di sini, seperti kafe, penginapan, mal, sport centre, toilet umum, musala, rental sepeda, dan masih banyak lagi. Pokoknya, belum ke Bengkulu namanya kalau belum ke pantai ini!

3. Pantai Nala

Pantai Nala punya karakter yang hampir sama dengan Pantai Panjang, namun gelombang airnya lebih besar. Lokasinya dekat dengan perkampungan nelayan, dan merupakan tempat bersandar bagi perahu-perahu mereka. Keistimewaan pantai Nala adalah banyaknya batu-batu karang yang terdapat disekitar pantai.

Bila Anda pecinta fotografi, sempatkanlah untuk membidik pantai nan eksotis ini. Terlebih pada senja hari, semburat jingga matahari yang terbenam memantul di lautan luas. Panorama itu dipercantik oleh perahu-perahu nelayan yang berjejer di tepi pantai. Jangan lupa mencicipi kuliner seafood yang tersedia di tepi pantai Nala.

4. Pantai Tapak Paderi

Pantai Tapak Paderi adalah pusat Kota Bengkulu waktu diduduki Inggris. Sampai sekarang, pantai ini tetap ramai karena letaknya yang strategis dan berdekatan dengan objek-objek wisata sejarah seperti Bentang Marlborough dan Kampung Cina.

Kegiatan yang paling disukai para pengunjung di sini adalah menikmati kuliner sambil memandangi panorama laut biru. Di sini juga terdapat kolam buatan yang jadi tempat wisatawan naik perahu.

5. Pantai Zakat

Di sebelah utara pantai Tapak Paderi, terdapat pantai lain dengan ombak yang lebih bersahabat. Inilah Pantai Zakat. Banyak pengunjung yang datang untuk berenang dan menikmati berbagai wahana yang mengasyikkan. Wahana tersebut di antaranya banana boat, ban pelampung dan jet ski. Saat libur, pantai ini tak ubahnya seperti Pantai Ancol di Jakarta.

Selain 5 pantai tersebut, masih banyak lagi pantai cantik lain di Bengkulu. Kalau penasaran, silakan datang sendiri ke provinsi ini. Selamat berwisata!


Via: Menyusuri 5 Pantai Cantik di Bengkulu

Kamis, 07 Februari 2013

Qantas Buat Kabin Pesawat dari Pasir di Sydney


Sydney - Ada saja cara promosi yang bisa menarik perhatian banyak orang. Qantas contohnya, maskapai ini membuat isi kabin lengkap dengan patung-patung artis lokal dari pasir. Wisatawan pun mendatangi dengan rasa penasaran.

Guna mempromosikan jalur penerbangan barunya ke Gold Coast, Queensland, Qantas memiliki cara yang menarik. Alih-alih mengeluarkan iklan, maskapai ini malah membuat atraksi wisata.

Dari News Australia, Kamis (7/2/2013), Qantas membuat isi pesawat lengkap dengan kokpit dan kursi penumpang dari pasir di tengah Circular Quay, Sydney. Kawasan yang berisi jalan-jalan setapak, mal, taman dan restoran ini membuat banyak pengunjung yang menengok atraksi tersebut.

Bentuk isi pesawat Boeing 737-800 ini memiliki ukuran yang sama dengan aslinya. Pengunjung pun bisa bebas masuk ke tengah pameran dan berfoto narsis. Bahkan, ada kuis yang mengajak semua pengunjungnya mengunggah foto saat berada di sana.

Anda cukup berfoto di sana dan mengunggah foto tersebut ke Facebook Qantas di aplikasi "head in the sand". Tak lupa, sertakan pula alasan mengapa Anda ingin liburan ke Gold Coast. Jika beruntung, Anda bisa memenangkan tiket gratis liburan ke sana. Asyik ya!


Via: Qantas Buat Kabin Pesawat dari Pasir di Sydney

Rabu, 06 Februari 2013

Senja Emas di Pulau Untung Jawa


detikTravel Community - 

Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, punya panorama indah saat senja tiba. Semburat warna emas yang terpantul di permukaan laut, tampak sangat menawan.

Perjalanan saya ke Pulau Untung Jawa dimulai dari Tangerang. Saya berkendara naik motor menuju Tanjung Pasir melewati Teluk Naga, 1,5 jam perjalanan santai.

Siapa sangka di Pulau Untung Jawa, saya bisa melihat sunset dengan warna langit yang sangat menawan. Waktu terbaiknya adalah pukul 17.00-18.00 WIB, saat warna emas menyapa langit senja.


Via: Senja Emas di Pulau Untung Jawa

Selasa, 05 Februari 2013

Imlek 2013, Marina Bays Sands Gelar Diskon Besar-besaran


Singapura - Liburan ke Singapura tak lengkap rasanya tanpa mengunjungi Marina Bay Sands. Tahun Baru Imlek kali ini, Marina Bay Sands punya beragam suguhan. Dari diskon belanja besar-besaran, sampai pertunjukan kembang api nan meriah!

Marina Bay Sands adalah salah satu pusat hiburan favorit wisatawan di Singapura. Tahun Baru Imlek kali ini, Marina Bay Sands menyuguhkan beragam agenda seru seputar wisata belanja, kuliner, dan hiburan.

Dari rilis Marina Bay Sands, Selasa (5/2/2013), traveler penggemar wisata belanja akan dimanjakan dengan diskon besar-besaran. Akan ada lebih dari 70 toko ritel yang menawarkan diskon hingga 50%!

300 Butik dan restoran di The Shoppes akan beroperasi mulai pukul 10.00-23.00 waktu setempat setiap Minggu-Kamis, dan sampai pukul 24.00 setiap Jumat-Sabtu. Mulai 17 Januari-24 Februari 2013, para pelancong bisa mendapatkan beragam 'suvenir' dengan berbelanja S$ 188 (Rp 1,4 juta) di The Shoppes.

Beberapa 'suvenir' itu adalah tempat kartu Faux edisi terbatas yang terbuat dari kulit ular, beragam pilihan teh TWG, Miraculous Mandarin Macarons, atau Au Chocolat’s Fabulous Fortune Chocolates. 88 Pelanggan pertama dengan total belanja S$ 188 pada 2 hari pertama Tahun Baru Imlek (10-11 Februari 2013) juga akan mendapatkan voucher belanja tambahan senilai S$ 80!

Perayaan Imlek nan meriah dimulai tanggal 8 Februari. Pukul 19.30-20.30 waktu setempat, akan ada festival kembang api tahunan di tepi River Hong Bao (RHB). Esok harinya yakni tanggal 9 Februari, pertunjukan kembang api yang sama akan digelar menjelang tengah malam. Wisatawan bisa menikmatinya dari The Float. Hari pertama perayaan Tahun Baru Imlek yakni 10 Februari, akan ada penampilan tarian singa di sekitar The Shoppes.

Anda yang 'doyan' wisata kuliner bisa memanjakan lidah di Marina Bay Sands. Wisatawan bisa mencicipi masakan dari Celebrity Chef Guy Savoy, sampai mencicipi masakan Prancis di Au Chocolat. Toko Candy Wonderland membuat kudapan khusus yakni Chocolate Pralines dan Dark Chocolate Orange Bars. Nyam!

Anak-anak akan senang berkunjung ke ArtScience Museum di Marina Bay Sands. Tahun Baru Imlek kali ini, akan ada 3 pameran yang mengagumkan bertajuk "The Art of The Brick", "Outside In: A Magnum Photos Showcase", dan "Fujians: The Blue Ocean Legacy". Di pameran yang terakhir itu, anak-anak bisa membuat koin Fujian sendiri atau peralatan keramik unik setiap hari Minggu sebelum 28 Februari.

Nah, Marina Bay Sands bisa jadi pilihan Anda yang ingin merayakan Imlek di Singapura. Datang dan nikmati serunya!


Via: Imlek 2013, Marina Bays Sands Gelar Diskon Besar-besaran

Senin, 04 Februari 2013

Kembali ke Alam di Taman Botani Negara Shah, Malaysia


detikTravel Community - 

Tak cuma perkotaan, Malaysia juga memiliki destinasi yang membuat para pengunjungnya lebih dekat dengan Alam. Gowes santai di Taman Botani Negara Shah pun bisa jadi salah satu cara liburan yang asyik.

Tema basikal hari kedua adalah nature atau alam. Ya, kami para pemenang Gowes Keliling malaysia akan dimanjakan dengan alam Malaysia tepatnya di Taman Botani Negara Shah Alam. Dulunya, taman ini dikenal dengan nama Taman Pertanian Malaysia Bukit Cahaya Seri Alam.

Karena terlalu semangat untuk melihat indahnya alam ini, kami pun datang terlalu pagi ke lokasi ini. Awalnya kami ingin datang awal karena tidak ingin kehabisan sepeda sewaan. Namun ternyata, kami pun kepagian dan kami juga melewatkan sarapan di hotel. Sayang sekali...

Yang ditunggu-tunggu pun datang juga. Pintu akhirnya dibuka dan kami pun dibimbing pemandu yang bernama Bang Khairi. Kali ini beliau tidak ikut sepedaan karena treknya sedikit naik. Mungkin ia takut terlalu letih. Kami maklumi mungkin takut capek karena setelah gowes di Shah Alam, Bang Khairi harus membawa kami jalan-jalan keliling Kuala lumpur (KL City Tour).

Sepeda pun sudah disewa, saatnya kami bersepeda melewati alam botani pertama yaitu danau. Ada pohon-pohon rindang yang mengelilingi tepian danau. Pohon yang rindang dan suasana yang asri ini membuat kita tak lupa untuk mendokumentasikan spot-spot cantik.

Kami berfoto bersama para pemenang Gowes Keliling Malaysia saat sedang istirahat. Selesai beristirahat, kami melanjutkan bersepeda dengan rute yang menanjak dan menurun. menurut saya, tanjakan itu merupakan proses karena setelah tanjakan pasti ada turunan dan itulah nikmatnya bersepeda.

Terlihat dari teman-teman ada yang agak lelah. Walaupun lelah namun saya mencoba tidak untuk lelah dengan tetap mengayuh sepeda tanpa proses TTB (TunTun Bike, hehe). Saya sempat melihat teman menggunakan teknik TunTun Bike, tapi tak apa, namanya juga gowes have fun jadi kami merasa senang saja dalam bersepeda kali ini.

Kami pun tetap mengayuh dengan gembira sampai akhirnya saya melihat basikal dari Malaysia dan saya pun berinisiatif minta foto sama-sama. Senangnya, mereka pun mau berfoto bersama saya. Suatu kenangan tersendiri bagi saya bisa berfoto sama teman-teman MTB (Mountain Bike) Malaysia.

Setelah itu, kami bersepeda sampai di tempat yang kelihatan memiliki keindahan tersendiri di Alam botani ini. Ada Jembatan Gantung Jaring dan kami pun berhenti di tempat itu sambil mengabadikan foto kami di atas jembatan itu.


Via: Kembali ke Alam di Taman Botani Negara Shah, Malaysia

5 Jurus Jitu untuk Traveling Satu Hari yang Berkesan


Jakarta - One day traveling atau traveling ke suatu destinasi hanya dalam satu hari, kini banyak dipilih traveler. Tapi ada trik khusus untuk traveler dengan gaya ini, agar liburan Anda terasa maksimal.

Liburan ke daerah tertentu hanya dalam satu hari, memang tengah marak di kalangan traveler. Biasanya, destinasi yang dipilih adalah daerah yang lumayan dekat, seperti Jakarta-Bandung, atau Jakarta-Cirebon.

Namun, untuk bisa menikmati traveling hanya satu hari ini diperlukan trik khusus. Salah-salah strategi, bisa jadi liburan Anda malah berantakan.

Dikumpulkan detikTravel, Senin (4/2/2013) inilah 5 kiat untuk Anda yang akan traveling satu hari alias one day traveling:

1. Tentukan daerah yang akan dikunjungi

Sebelum berangkat, hal pertama yang dilakukan adalah menentukan destinasi mana yang akan dikunjungi. Pilihlah daerah yang tidak terlalu jauh, atau daerah yang bisa dikunjungi dengan waktu tempuh tak terlalu lama.

Untuk jalur darat, idealnya daerah yang dikunjungi bisa ditempuh maksimal 3 jam, pulang pergi menjadi 6 jam. Jika menggunakan jalur udara alias pesawat, pilihlah destinasi yang bisa dicapai maksimal 2 jam, pulang pergi menjadi 4 jam. Hal ini karena jika lebih dari itu, waktu Anda hanya akan habis di perjalanan.

2. Pastikan tempat-tempat wisata yang akan dikunjungi berjarak tak terlalu jauh

Setelah menentukan daerah mana yang akan dikunjungi, lanjutkan perencanaan dengan menentukan tempat wisata. Pastikan kawasan wisata yang Anda kunjungi berjarak tidak jauh satu sama lain. Ini untuk menghemat waktu selama di tempat tujuan. Jadi, lokasi wisata yang akan dikunjungi pun bisa lebih banyak.

3. Berangkat pagi dan pulang malam

Setelah dua poin di atas terpenuhi, langkah selanjutnya adalah menentukan jam berangkat dan pulang. Jika ingin merasakan liburan maksimal dengan banyak mengunjungi tempat wisata, sebaiknya berangkat pagi hari dan pulang malam hari.

Jika naik kereta, pilih kereta pertama yang berangkat ke daerah tujuan. Jika naik pesawat, pilihlah penerbangan pertama. Sebaliknya, untuk waktu pulang, pilihlah kereta/pesawat terakhir.

4. Gunakan kendaraan yang mudah seperti ojek

Jika sudah tiba di daerah tujuan, sebaiknya pilih ojek sebagai transportasi. Ada banyak pertimbangan kenapa memilih ojek. Salah satunya adalah ojek termasuk kendaraan yang bebas macet.

Transportasi ini bisa melalui jalan sempit atau jalan alternatif yang mungkin tidak bisa dilalui mobil. Ini jelas mempercepat waktu Anda mencapai destinasi tujuan. Tapi jika di destinasi tujuan tidak ada ojek, carilah moda transportasi lain yang bisa membawa Anda berkeliling dengan cepat.

5. Patuhi itinerary

Ini hal terakhir perlu diperhatikan traveler. Untuk mendapatkan liburan satu hari yang maksimal dan berkesan, Anda harus mematuhi itinerary yang telah dibuat. Mulai dari waktu berangkat, lama waktu selama di lokasi wisata, hingga tempat-tempat mana saja yang akan dikunjungi, harus Anda ikuti sesuai itinerary yang telah dibuat.

Ingat, waktu Anda terbatas. Jangan tergoda dengan aneka tempat belanja atau destinasi yang tidak ada dalam itineraru awal Anda. Salah-salah, agenda liburan Anda bisa kacau dan liburan tidak bisa dinikmati dengan maksimal.

Selamat liburan!


Via: 5 Jurus Jitu untuk Traveling Satu Hari yang Berkesan

Minggu, 03 Februari 2013

Pantai Panjang, Destinasi Akhir Pekan Favorit di Bengkulu


detikTravel Community - 

Sesuai namanya, Pantai Panjang punya suguhan alam berupa hamparan pasir sepanjang 7 km. Keindahannya menarik wisatawan domestik dan mancanegara, sekaligus jadi destinasi akhir pekan favorit warga Bengkulu.

Pantai Panjang adalah salah satu destinasi favorit di Bengkulu. Tak tanggung-tanggung, garis pantai ini membentang 7 km. Wisatawan bisa menyusuri pantai dan bermain ombak, atau menikmati semilir angin yang berhembus sepoi-sepoi.


Via: Pantai Panjang, Destinasi Akhir Pekan Favorit di Bengkulu

Jumat, 01 Februari 2013

Berkendara Menjelajahi Candi-candi Bersejarah di Jawa Timur


detikTravel Community - 

 

Jawa Timur masih menyembunyikan banyak keajaiban dari wajahnya yang tampak saat ini. Candi-candi tua pun tersebar dari ujung barat sampai timurnya, dari dataran rendah Situbondo sampai wilayah sejuk di Pandaan-Tretes.

Banyak cara yang digunakan traveler untuk melewatkan liburan akhir tahun. Ada yang berlibur menggunakan moda transportasi mobil, pesawat, atau kereta api. Yang tak kalah populer adalah motor. Dengan berkendara motor, traveler bisa dengan mudah berinteraksi dengan alam dan penduduk sekitar. Lebih fleksibel dan lebih hemat konsumsi bahan bakar, walaupun daya angkutnya memang terbatas.

Ada banyak hal yang tersembunyi di Jawa Timur, mulai dari wisata alam, gunung, lembah, sejarah, dan kulinernya. Saya pun berkendara menuju berbagai peninggalan sejarah di Trowulan, menatap keangkuhan candi-candi tua yang anggun nan indah.

Mulai dari Candi Brahu, Candi Tikus, Kolam Segaran yang merupakan kolam kuno terbesar, candi narsis di Pandaan, Candi Jawi, sampai Candi Jabung yang tersembunyi di ramainya jalur Surabaya-Denpasar. Semuanya dibangun pada masa Kerajaan Majapahit, mulai dari dataran rendah Situbondo sampai dataran tinggi Pandaan-Tretes.

Trowulan berada di sebuah dataran yang merupakan ujung dari kaki 3 gunung, yakni Gunung Penanggungan, Welirang, dan Anjasmoro. Lokasi tepatnya di delta Sungai Berantas, sekitar 10 Km barat daya Kota Mojokerto atau 60 Km barat daya Surabaya.

Situs bersejarah Trowulan hanya menampilkan sedikit wajahnya. Masih banyak situs yang belum tersingkap dari bekas pusat kota Kerajaan Majapahit itu, yang konon luasnya mencapai 70 Km2. Cukup luas pada zamannya. Banyak bangunan candi yang masih tertimbun di dalam tanah, atau hanya tampak sebagian kecil saja karena belum digali secara utuh.

Peru boleh saja punya Macchu Picchu. Kamboja punya Angkor Wat. Italia punya Pompeii dan Yunani punya Acropolis. Nah, seperti itulah Trowulan bagi Indonesia. Sayangnya situs ini belum tergali sempurna.

Menikmati situs kota purbakala ini mungkin butuh waktu lebih dari sehari. Ada banyak situs yang bisa dikunjungi yakni Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Candi Brahu, Candi Kedaton, Gapura Wringin Lawang, Kolam Segaran, Pendopo Mojopahit yaitu Petilasan Gajahmada, Museum Trowulan, Makam Putri Cempa yang menjadi permaisuri Raja Majapahit terakhir Brawijaya.

Ada juga Makam Troloyo yaitu makam Syeikh Jumadil Qubro, kakeknya para Wali Songo. Ini juga membuktikan adanya komunitas Muslim di dalam kota kerajaan Majapahit. Ada juga makam Panjang yang menunjukkan adanya penghuni Trowulan sebelum era Majapahit. Di sini kita bisa membangkitkan imajinasi tentang kehidupan sebuah negara yang mendominasi Asia Tenggara di rentang abad 13-15 Masehi.

Jangan lupa mampir ke Kolam Segaran Majapahit, kolam kuno terbesar dengan panjang 375 m, lebar 125 m, dan tinggi dinding 3,16 m. Kolam yang sampai saat ini masih dialiri air tersebut tak ubahnya telaga di tengah kota. Kolam (balong) kuno  ini ditemukan pertama kali oleh Maclain Pont tahun 1926. Semasa Kerajaan Majapahit kolam ini juga difungsikan sebagai tempat rekreasi dan menjamu tamu dari luar negeri.

Fungsi utamanya sebagai waduk dan penambah kesejukan udara kota. Dugaan sebagai waduk ini diperkuat dengan ditemukannya saluran pembuangan air yang berhubungan dengan Kolam Bulat (Balong Bunder) di Selatan serta Kolam Panjang (Balong Dowo) tepat di depan Museum Trowulan.

Sayangnya kedua balong itu sudah tak berfungsi karena pendangkalan. Menurut cerita rakyat pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit, apabila perjamuan tamu telah usai, maka peralatan perjamuan seperti piring, sendok, ataupun mangkok yang terbuat dari emas dibuang di kolam untuk menunjukkan betapa kayanya Kerajaan Majapahit. Namun, di dasar kolam telah lebih dahulu dipasang jaring, sehingga saat tamu sudah pergi, peralatan-peralatan tersebut diambil kembali untuk digunakan.

Eits, itu baru peninggalan sejarah di satu tempat saja. Sekitar 200 Km dari Trowulan ada sebuah candi yang tersembunyi, padahal hanya 500 meter dari jalan raya! Namanya Candi Jabung di Situbondo, yang tak diketahui banyak orang dan tidak terlalu terkenal seperti Borobudur ataupun Trowulan.

Menuju Situbondo dari Trowulan bisa ditempuh melalui 'jalan belakang' sekaligus menyusuri kawasan wisata di punggung gunung Welirang. Ada empat kawasan wisata terkenal ada di sini, yaitu Pacet, Trawas, Tretes dan Prigen. Turun dari Tretes jangan lupa menegur candi Jawi yang berada persis di pinggir jalan raya Tretes-Pandaan.

Tak perlu keluar banyak uang untuk menikmati keindahan candi Jawi ini. Hanya biaya parkir dan tiket masuk yang sangat terjangkau, tak sebanding dengan kepuasan batin memanjakan mata. Kesan pertama kali yang terlihat adalah bahwa candi ini nampak berbeda dari candi lain di Jawa Timur yang dibangun dengan menggunakan batu bata.

Candi Jawi dibangun menggunakan batu andesit dengan dua warna, bagian bawah berwarna hitam dan bagian atas berwarna putih. Hal itu mengundang pertanyaan karena karena kawasan yang termasuk kaki Gunung Welirang kebanyakan berbatu hitam, dan batu putih hanya sering dijumpai di daerah pesisir utara Jawa atau Madura.

Candi Jawi dipugar untuk kedua kalinya tahun 1938-1941 pada masa pemerintahan Hindia-Belanda karena kondisinya sudah runtuh. Akan tetapi, renovasinya tidak sampai tuntas karena sebagian batunya hilang. Kemudian diperbaiki kembali tahun 1975-1980, dan diresmikan tahun 1982. Kini biaya pemeliharaan didapatkan dari sumbangan sukarela dari pengunjung maupun LSM lainnya.

Bentuk bangunan Candi Jawi memang utuh, tetapi isinya berkurang. Arca Durga kini disimpan di Museum Empu Tantular, Surabaya. Lainnya disimpan di Museum Trowulan untuk pengamanan. Sedangkan yang lainnya lagi, seperti arca Brahmana, tidak ditemukan. Mungkin saja sudah berkeping-keping. Di gudang belakang candi memang terdapat potongan-potongan patung. Selain itu, terdapat sisa bangunan gapura dan pagar bata merah seperti yang banyak dijumpai di bangunan pada masa Kerajaan Majapahit yang banyak terdapat di Trowulan.

Candi Jawi dibangun sekitar abad ke-13 pada masa pemerintahan Raja Kertanegara dan merupakan peninggalan bersejarah Hindu-Buddha Kerajaan Singhasari. Alasan Kertanegara membangun Candi Jawi jauh dari pusat kerajaan diduga karena di kawasan ini pengikut ajaran Siwa-Buddha sangat kuat. Rakyat di daerah itu sangat setia. Sekalipun Kertanegara dikenal sebagai raja yang masyhur, nyatanya ia juga memiliki banyak musuh di dalam negeri. Beberapa kitab kuno menyebutkan pemberontakan di masa pemerintahannya.

Ada dugaan bahwa kawasan Candi Jawi dijadikan basis oleh pendukung Kertanegara. Dugaan ini timbul dari kisah sejarah bahwa saat Dyah Wijaya, menantu Kertanegara, melarikan diri setelah Kertanegera dikudeta raja bawahannya, Jayakatwang dari Gelang-gelang (daerah Kediri), dia sempat bersembunyi di daerah ini, sebelum akhirnya mengungsi ke Madura.

Yang unik dari Candi Jawi adalah posisi pintu yang tidak seperti candi lain. Kebanyakan candi untuk peribadatan menghadap ke arah gunung, tempat yang dipercaya sebagai tempat persemayaman kepada Dewa. Candi Jawi justru membelakangi Gunung Penanggungan. Sementara ahli lain ada pula yang beranggapan bahwa candi ini tetaplah candi pemujaan, dan posisi pintu yang tidak menghadap ke gunung karena pengaruh dari ajaran Buddha. Selesai menikmati keindahan Candi Jawi kita menuju ke kota Situbondo, tempat bermukimnya candi yang tidak banyak dikenal.

Tiba di kecamatan Jabung pada pagi hari, saya menemukan sebuah bangunan unik. Bermandi cahaya matahari pagi yang kebetulan sedang ramah di musim penghujan, Candi Jabung berdiri kokoh di hamparan rumput yang nampak seperti karpet hijau berkilau karena embun.

Candi Jabung adalah salah satu candi hindu peninggalan kerajaan Majapahit. Berdasarkan inskripsi pada pintu masuk, candi ini didirikan pada tahun 1276 c (saka) = 1354 Masehi masa kebesaran Kerajaan Majapahit. Candi Hindu ini terletak di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Letaknya tersembunyi dari keramaian jalan raya Surabaya-Denpasar yang berjarak hanya sekitar 500 meter!

Dalam kitab Nagarakertagama Candi Jabung disebutkan dengan nama Bajrajinaparamitapura. Candi Jabung dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk pada lawatannya keliling Jawa Timur pada tahun 1359 Masehi. Pada kitab Pararaton disebut Sajabung yaitu tempat pemakaman Bhre Gundal salah seorang keluarga raja.

Arsitektur bangunan candi ini hampir serupa dengan Candi Bahal yang ada di Bahal, Sumatera Utara. Struktur bangunan candi yang hanya dari bata merah ini mampu bertahan ratusan tahun, sungguh mengagumkan. Usai menikmati salah satu kekayaan Situbondo, rasanya tanggung berkelana bila tidak mampir ke sebuah taman nasional di kabupaten ini. Jaraknya sekitar 120 km dari lokasi candi Jabung ini, arahkan saja kendaraan ke Ketapang, Banyuwangi.

Jalan raya menuju Ketapang Banyuwangi relatif bagus, jalan lebar empat lajur dengan aspal hotmix yang mulus membuat berkendara menikmati pemandangan indah pantai Situbondo terasa nyaman. Jalan lebar mulus penghubung Surabaya-Denpasar itu menembus hutan jati yang menyembunyikan keindahan Taman Nasional Baluran dari pandangan saya.

Memangnya ada apa di Taman Nasional Baluran itu? Banyak! Kalau disebutkan keindahan alam sudah pasti. Mulai dari gunung, padang savanah, hutan bakau, pemandangan pantai hingga area yang selalu hijau sepanjang tahun dan dijuluki "Curah Uling" dalam bahasa setempat atau "Evergreen" oleh para peneliti. Tak heran bila taman nasional ini dijuluki "Africa van Java" oleh banyak orang karena memang nuansa Afrika terasa sangat kental terutama di padang savanahnya.

Satwanya? Dari banteng, kerbau liar, rusa, kera ekor panjang, ajag (sejenis anjing hutan), macan tutul, kucing hutan, kancil sampai ratusan jenis burung bermukim di sini. Masih kurang? Tak cukup satu hari untuk menjelajahi kawasan ini, belum lagi menyebut berbagai jenis flora.

Ada satu pekerjaan rumah bagi pemerintah dan pengelola taman nasional ini: penurunan populasi banteng di Baluran yang disebabkan oleh semakin sempitnya daya dukung habitat berupa savana. Akibat serbuan akasia, luas savana yang semula 10.000 hektar kini tersisa 5.000 hektar saja. Invasi akasia berduri ini menghambat pertumbuhan rumput yang menjadi makanan utama banteng.

Baluran dipilih menjadi kawasan konservasi banteng karena banteng di kawasan ini terkenal memiliki genetik yang baik. Banteng jantan Baluran memiliki fisik besar, jarang ditemui di kawasan lain.

Ada dua check point utama yang wajib dikunjungi yakni pos Bekol, di mana terdapat padang savanah tempat berkumpulnya banteng dan rusa ketika senja untuk minum. Di sana juga terdapat menara pemantau untuk melihat berbagai jenis burung di pepohonan dan adapula landmark khas Baluran; pajangan kerangka kepala banteng dan kerbau. Pos kedua adalah Pos Pantai Bama, sebuah pantai tersembunyi dengan hamparan pasir putih dan air yang tenang.

Liburan akhir tahun yang hanya beberapa hari terasa kurang karena Jawa Timur masih menyimpan sejuta pesonanya yang lain. Sebut saja beberapa tempat yang wajib dikunjungi para bikers: Taman Nasional Bromo Semeru Tengger, Jembatan Suromadu, titik paling timur dan paling selatan pulau Jawa, di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Taman Nasional Meru Betiri, berbagai candi lain yang tersebar di wilayah selatan Jawa Timur.

Ya, ttu baru satu provinsi. Bayangkan betapa kayanya Indonesia dengan keragaman budaya, kekayaan alam dan peninggalan sejarahnya yang tersebar di seluruh provinsi.

 


Via: Berkendara Menjelajahi Candi-candi Bersejarah di Jawa Timur